Pandangannya tak ter-arah, kegelisahannya memuncak. diatas keretanya(sebutan sepeda motor di wilayah medan dan sekitarnya) ia merasakan kesunyian dan kehinangan malam yang benar - benar belum ia rasakan sebelumnya. dinginnya malam yang semakin menusuk-nusuk hingga ke sumsum tulang, taburan bintang laksana mata memandang, sinar rembulan bak lampu patroli mengawasi dirinya. tak ada ketakutan terbesit dalam dadanya, hanya kegelisahan akan keluarganya dirumah yang pastinya menunggu kedatangannya. dalam hatinya dia berdzikir dan berdoa memohon perlindungan dan pertolongan pada ALLAH. Dia seorang Wanita sholehah, yang menyerahkan segala urusannya hanya kepada ALLAH.
tiba - tiba seorang pemuda datang menghampirinya. agaknya pemuda ini tau kesulitan yang dihadapi wanita tadi.
pemuda : "assalamu'alaikum..."
wanita : "wa'alaikumslaam"
pemuda : ada yang bisa saya bantu kak!" (pemuda itu menyapanya dengan sebutan kakak, sebutan yang di arah kan kepada seorang wanita yang belum dia kenal diwilayah medan dan sekitarnya)
wanita :"oh..iya ..ga tau kenapa kereta ini tiba2 mogok, abang bisa memperbaikinnya tidak?' (jelas dan pinta wanita itu)
pemuda : "waduh maaf kak, kalo maslaah mesin saya tidak tau sama sekali, bengkel di sekitar sini juga sudah tutup secara sekarang sudah larut malam, kalaupun ada jaraknya sangat jauh. bagai mana untuk malam ini kakak menginap di rumah saya saja. kebetulan rumah saya sepi, tapi jangan kuatir saya tidak akan berbuat macam-macam" (ajak pemuda tadi)
wanita itu berfikir sejenak, ia memikirkan dengan matang2 ajakan pemuda itu. setelah berfikir dengan masak2 ia memutus kan untuk menerima tawaran pemuda tadi.
wanita : "baiklah, saya percaya pada ALLAH, DIA akan menjaga saya melalui abang"
alkhir nya mereka pun menuju rumah kediaman pemuda tadi. sesampainya di rumah pemuda tersebut langsung menunjukan tempat dimana wanita itu akan beristrirahat.
ditengah peristirahatannya, pemuda tadi gelisah tak karuan. bisikan syaitan yang begitu merajam fikranya. dibenaknya timbul syahwat yang begitu luar biasa. keinginannnya untuk menodai wanita tadi muncul dengan begitu dahsyat nya.
dia berjalan mondar mandir ditengah ruangan rumah, kegelisahannya tak bisa terbendungkan lagi....
pagi harinya, wanita tadi berniat untuk pamit pulang dengan segera, dan ingin mengucapkan banyak terima kasih pada pemuda tadi.....tapiii..............alangkah terkejutnya wanita tadi. "SUBHANALLAH" dengan spontan lafadz itu keluar dari bibir wanita itu..."kenapa bang, ada apa dengan jari mu?, kenapa bisa meleleh seperti ini...tolong bang ceritakan pada saya" desak wanita itu. dengan gemetar lelaki itu menjawab "maafkan saya kak, tadi malam saya terkena godaan syaitan, dan tiba keinginan untuk menjamahmu meledak dengan dahsyatnya, tadinya saya hendak memperkosa kakak. tapi saya teringat kata2 kaka tadi malam bahwa kakak percaya pada ALLAH, DIA akan menjaga kakak melalui saya" seketika matanya pun meneteskan air mata. wanita tadi agak sedikit terpukul dan cemas kalau2 dia telah menjamah nya, walaupun saejung kukupun dia tidak rela. "seketika saya langsung membakar jari saya, karena saya teringat betul keistiqomahaan kakak, pada waktu itu saya takut luar biasa. makannya saya bakar jari saya, agar saya ingat siksa api neraka" seketika itu wanita tadi menangis sejadi jadinya, dengan keadaan masih menangis ia pun langsung berpamitan pulang tanpa mengucapkan terima kasih.....
keesokan harinya, rumah pemuda tadi kedatangan tamu yang jumlahnya lebih dari satu orang. Dari selah selah rombongan tadi dia menangkap sosok wanita yang ia tolong kemarin. pemuda itu pucat, keringat dingin pun mengucur dengan deras nya. yang dia fikirkan adalah bahwa dia akn di hukum masa. ia menagis lirih dan beristighfar memohon ampunan pada ALLAH azzawajalla. tapi tak diduga ternyata rombongan tadi mempunyai tujuan yang mulia, yaitu hendak menikahkan putrinya yang tak lain adalah wanita yang ditolong waktu itu....
ALLAHUAKBAR
Selasa, 27 Mei 2008
Ketika Jari yang Terbakar Berbuah Cinta Setelah itu Berbuah Syurga
C-0-L-3-c-T-!-0-N
harukaranata
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar